Gangguan
depresi biasanya tampil secara klinis dalam bentuk keluhan somatik, afeksi, dan
kognitif. Namun, depresi terselubung memiliki gambaran yang unik karena
tampilan gejala somatiknya muncul lebih depan daripada gejala psikologis inti. Tiga
gejala utama depresi, seperti : mood depresif (sedih), anhedonia (kehilangan
minat), dan anergia (tidak bersemangat) pada tampilan depresi terselubung
menjadi tersembunyi di balik keluhan somatik, bahkan manifestasi mental berupa pseudoneurotik bahkan
sering muncul mewakili berbagai topeng yang menutupi depresi.
Depresi terselubung terkadang
tidak disadari oleh penderitanya, dan malah terdeteksi oleh orang terdekat
seperti keluarga sehingga menjadi sesuatu yang harus diwaspadai. Istilah depresi terselubung pada
saat ini dikenal oleh klinisi sebagai gangguan psikosomatik. Gambaran gejala somatik berupa
permasalahan fisik yang muncul dalam bentuk: nyeri punggung bawah, nyeri
kepala, rasa berdebar di bagian dada, ketegangan pada leher belakang kepala,
rasa tercekik di tenggorokan, kembung, sembelit, gangguan siklus menstruasi dan
fungsi seksual.
Kebanyakan orang menutupi depresinya biasanya dengan alasan tidak ingin membebani orang lain, ada perasaan bersalah, ataupun malu dengan stigma
negatif di masyarakat. Hal sederhana yang bisa dilakukan untuk membantu orang
dengan masked depression adalah memberikan dukungan emosional agar orang
tersebut bisa merasa aman dan nyaman untuk menceritakan depresinya, serta
menawarkan bantuan yang dibutuhkan oleh penderita.
Komentar
Posting Komentar