POLA PENGASUHAN POSITIF TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK

 


Keluarga merupakan pondasi awal untuk tumbuh kembang anak yang akan membentuk kepribadian anak sehingga penting bagi orangtua untuk mempelajari prinsip parenting yang benar serta melakukan pengawasan dan pengarahan perilaku terhadap setiap fase tumbuh kembang anak. Kepribadian dan karakter positif pada anak akan terbentuk baik apabila orang tua mampu menerapkan pola asuh yang baik pula, yang lebih mengutamakan hak anak.

Lalu, apa sih pola asuh itu? Pola asuh adalah proses interaksi antara orangtua dan anak dalam mendukung perkembangan fisik, emosi, sosial, intelektual, dan spiritual sejak anak dalam kandungan sampai dewasa atau sampai anak bisa hidup mandiri. Prinsip utama pola asuh yang baik adalah membesarkan, mendidik, dan memperlakukan anak dengan penuh kasih sayang dan penghargaan, sekaligus menyediakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi tumbuh kembang anak. Berikut 5 prinsip pola asuh yang bisa diterapkan :

  • Bersikap hangat, suportif, dan berikan pujian kepada anak. Hal ini bisa mendorong perkembangan komunikasi anak
  • Hindari anak dari trauma fisik dan psikis. Oleh karena itu, jangan gunakan hukuman fisik sebagai upaya pendisiplinan agar anak tidak berkembang menjadi pribadi yang penakut dan agresif. Ketika melakukan kesalahan, ajari dan beri pemahaman pada anak dengan cara yang lembut
  • Libatkan anak dalam dinamika keluarga, baik dalam pembuatan peraturan di rumah maupun dalam pengambilan keputusan-keputusan penting dalam keluarga. Hal ini membantu anak untuk belajar mengembangkan perspektif dan mengasah kemampuannya dalam bekerja sama
  • Ajari anak untuk dapat mengenali, memahami, dan meregulasi emosinya supaya anak dapat belajar mengungkapkan emosinya secara tepat dan juga mengontrol dirinya untuk mengurangi resiko terkena depresi di masa depan
  • Asuh anak dengan penuh kasih sayang, tidak membandingkan, dan belajar untuk memberikan tanggung jawab kepada anak sesuai dengan usianya

Sumber :

Direktorat Pendidikan Keluarga. (2017). Buku Saku Pengasuhan Positif, Jakarta: Kemendikbud





Komentar