REMAJA, NARKOBA, DAN KETAHANAN KELUARGA

 


        Menurut Santrock (2003), remaja merupakan masa perkembangan peralihan dari usia anak menjadi dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif, dan sosial-emosional. Perubahan biologis, kognitif, dan sosial-emosional yang terjadi berkisar dari perkembangan fungsi seksual, proses berpikir abstrak sampai pada kemandirian. Masa remaja berlangsung dari usia 12 sampai 21 tahun dengan pembagian sebagai berikut: a. Masa remaja awal (Early adolescent) umur 12-15 tahun. b. Masa remaja pertengahan (middle adolescent) umur 15-18 tahun c. Remaja akhir (late adolescent) umur 18-21 tahun. Ketidaksiapan remaja dalam menghadapi berbagai perubahan yang ada dapat menimbulkan berbagai perilaku menyimpang seperti : kenakalan remaja, penyalahgunaan obat terlarang, penyakit menular seksual (PMS) dan HIV / AIDS, kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi dan sebagainya. Oleh karena itu, remaja dan berbagai permasalahannya tersebut menjadi isu yang sangat penting karena pada masa ini fenomena kenakalan remaja semakin meluas dan menjadi seperti sebuah lingkaran hitam yang tidak pernah putus.

Secara psikologis, kenakalan remaja merupakan wujud dari konflik-konflik yang tidak terselesaikan dengan baik pada masa kanak-kanak maupun remaja, seperti adanya trauma di masa lalu, perlakuan kasar dan tidak menyenangkan dari lingkungan baik keluarga maupun masyarakat, maupun trauma terhadap kondisi sosial budaya dan ekonomi yang membuat mereka merasa rendah diri. Kondisi ini pula yang akan mempermudah para bandar dan pengedar Narkoba mengarahkan sasarannya terutama kepada kalangan remaja. Beberapa faktor utama remaja beresiko menyalahgunakan Narkoba adalah :

·     Tidak ada/lemahnya ikatan keluarga
·      Hubungan buruk remaja dengan anggota keluarga dewasa
·      Pola asuh yang tidak efektif
·      Lingkungan keluarga yang kacau dengan pengawasan yang tidak adekuat
·    Komunikasi yang menanamkan kemutlakan (tidak ada toleransi, negosiasi, dan ruang diskusi di  keluarga) 

Permasalahan kenakalan remaja dan Narkoba adalah isu kritis dan rumit yang tidak dapat diselesaikan oleh hanya satu pihak saja sehingga perlu melibatkan semua pihak yang harus aktif baik pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), komunitas lokal, dan terutama keluarga. Usaha yang dilakukan ini bertujuan untuk melindungi remaja dari kenakalan dan bahaya ancaman penyalahgunaan Narkoba dengan memberikan alternatif aktivitas dan fasilitas yang bermanfaat. Remaja membutuhkan informasi, cara-cara untuk meningkatkan daya tangkal dalam mencegah atau juga mengurangi dampak kenakalan dan bahaya penyalahgunaan Narkoba dari orang lain.  

Peran keluarga sangat penting dalam tahap perkembangan remaja untuk membentuk keyakinan remaja dalam mencegah kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba. Hal-hal yang perlu dikuasai oleh keluarga adalah dapat menganalisa masalah remaja, strategi  berkomunikasi, dan pola asuh remaja, serta mampu memotivasi mereka. Untuk itu sangat diperlukan adanya ketahanan dalam suatu keluarga. Ketahanan keluarga sendiri memiliki pengertian kemampuan suatu keluarga untuk mengatasi permasalahan ancaman, hambatan dan gangguan yang datang baik dari dalam maupun dari luar yang dapat mengakibatkan konflik dan perpecahan dalam keluarga, serta kemampuan keluarga  dalam mengembangkan potensi anggota keluarga dalam mencapai tujuan dan cita-cita dalam sebuah keluarga. Beberapa cara untuk meningkatkan ketahanan keluarga, yaitu :


1.    Membangun komunikasi yang efektif
2.    Membangun keberanian dan ketangguhan untuk menjadi pribadi yang kuat
3.    Membiasakan negosiasi dan diskusi di keluarga
4.  Mengajarkan kontrol diri dan tanggung jawab kepada semua anggota keluarga melalui kesepakatan batasan perilaku dan aturan keluarga
5.  Adanya pengawasan yang efektif (membuat aturan yang jelas, dipahami, dan disepakati, ada tindak lanjut konsekuensi atas pelanggaran, memberikan penghargaan/insentif jika aturan dilaksanakan) 

Hanya keluarga yang berketahanan yang akan mampu menepis pengaruh negatif yang datang dari luar. Keluarga yang berketahanan dan mampu melaksanakan fungsi-fungsi keluarga dapat menjadi landasan dalam mewujudkan keluarga bahagia sejahtera.
            

Sumber :

Santrock, J.W. (2003). Adolescent- Perkembangan Remaja. Jakarta: Erlangga

Komentar