PROKRASTINASI

 



  Pernah merasa seperti gambar di atas? Ketika sedang banyak kerjaan atau tugas menumpuk, rasanya males dan mau menunda buat ngerjain tugas? Atau ketika akan mulai mengerjakan, banyak banget alasannnya. Katanya buat ngebangkitin mood, jadi sering ngomong gini "nonton netflix atau drakor dulu ah 1 episode", eh g taunya keterusan. Atau "pesen makanan delivery dulu lah nanti lanjut kerja"..terus sambil nunggu makanan dateng, "scroll tik tok dulu ah karena lucu-lucu videonya, moodbooster banget," tapi ternyata keterusan semua. Lalu pada akhirnya waktunya udah malem atau kalian capek duluan atau males duluan, jadi mikir “besok aja ah ngerjainnya, masih ada waktu”. Jadi kerjaan kalian tertunda terus dan akhirnya kalian menyesali kenapa ya nggak ngerjain dari kemarin karena dateline yang begitu mepet harus dikerjain dengan tergesa-gesa.

      Perilaku seperti itu dikenal dengan istilah PROKRASTINASI.
      
      Lalu apakah Prokrastinasi = Malas? Katanya, orang yang prokrastinasi adalah orang yang malas, bener kah? Ternyata prokrastinasi dn malas itu berbeda loh!

   Malas = enggan/tidak mau (ketika kita enggan melakukan suatu pekerjaan atau tugas, meskipun kita memiliki kemampuan untuk mengerjakannya), sedangkan Prokrastinasi = Menunda (Ketika kita menunda mengerjakan tugas atau membuat keputusan yang sudah direncanaka, meskipun kita tahu hal tersebut akan berdampak buruk bagi kita).

     Secara etimologis, prokrastinasi berasal dari kata “Pro” atau “forward” yang berarti maju, dan crastinus atau tomorrow yaitu hari esok. Jadi, bisa diartikan Prokrastinasi merupakan perilaku menunda sampai hari berikutnya. Sedangkan menurut Solomon dan Rothblum (2007). Prokrastinasi adalah penundaan dalam memulai untuk mengerjakan suatu tugas yang dilakukan secara disengaja. Pelaku prokrastinasi disebut prokrastinator. 

Ø  Mitos dan Fakta Prokrastinasi

·       MITOS    : Orang yang “prokras” adalah seorang yang pemalas

FAKTA  : Orang yang malas merasa baik-baik saja ketika ga melakukan apa-apa, sedangkan prokrastinator ingin melakukan sesuatu tetapi kesulitan mendorong diri melakukannya

·       MITOS    : Prokrastinator dapat bekerja paling baik di bawah tekanan waktu

FAKTA    : Menurut studi, tekanan waktu justru membuat prokrastinator punya performa yang lebih buruk (lebih lamban & banyak kesalahan)

·      MITOS     : “Gak ada orang lain yang rugi, kalau aku prokras”

    FAKTA      : Nyatanya, selain bekerja dengan diri kita sendiri, kita juga bekerja sama dengan orang lain. Jadi setiap prokrastinasi yang kita lakukan berdampak pada diri kita sendiri dan orang lain juga. 


Ø  Tahukan teman-teman jika sering menunda pekerjaan bisa berdampak buruk pada diri kita loh, contohnya seperti berikut ini :

1.      Merasa bersalah pada diri sendiri karena telah menunda-nunda pekerjaan

2.      Menurunnya produktivitas

3.      Kehilangan motivasi

4.      Menurunnya kepercayaan diri

5.      Kualitas pekerjaan lebih rendah



Ø  Lalu bagaimana cara mengatasi prokrastinasi? Yuk kita lakukan beberapa tips berikut ini:

1.     KENALI dulu pikiran negatif kita & gunakan AFIRMASI POSITIF

Kenali dulu pikiran negatif yang mengalihkan kita dari mulai mengerjakan tugas, seperti: “Aku pasti gak bisa selesaikan tugas ini tepat waktu’. Gunakan kalimat afirmasi positif yang dapat mengatasi keraguan untuk memulai/menyelesaikan tugas dan memberikan semangat untuk diri sendiri, seperti : “Tugas ini memang terasa menantang, tapi aku coba kerjain satu per satu deh.”

2.     TENANGKAN DIRI

Di akarnya, prokrastinasi adalah tentang menghindari mengerjakan tugas atau keputusan karena terasa tidak nyaman. Jadi kita perlu belajar mengatasi perasaan tidak nyaman yang berkaitan dengan mengerjakan tugas. Nah, strategi yang bisa dilakukan untuk menenangkan diri : konsumsi minuman yang menenangkan, dengarkan lagu yang menenangkan, dan kalau perlu melatih diri untuk rileks dengan deep breathing (teknik 478)

3.     Buat TO DO LIST

Tulis dan uraikan aktivitas yang hendak dilakukan dan buatlah berdasarkan skala prioritas. Satu tugas besar bisa terasa overwhelming, tapi beberapa tugas yang lebih kecil bisa terasa lebih manageable. Ketika kita coba pilah atau pecah jadi kecil, tapi masih kewalahan, buat tugas tersebut menjadi lebih kecil lagi dan manfaatkan momentum dari hal tersebut daripada stuck. Kalian bisa lakukan ini : Setel pengatur waktu 30 atau 50 menit, istirahat 10 menit, lalu ulangi lagi. Atau buat tugas-tugas yang sejenis dulu, jangan langsung kerjakan banyak tugas dalam waktu bersamaan. Fokus dulu pada 1 tugas sesuai prioritas agar kalian lebih produktif, tidak kewalahan, dan output yang dihasilkan bisa lebih baik. Selain itu, bisa juga dengan buat daftar tugas harian kalian secara singkat dan dapat ditindaklanjuti (spesifik, ciptakan urgensi, jangan terlalu rumit).

4.     Tentukan DATELINE / MANAJEMEN WAKTU

Tentukan tenggat waktu dalam penyelesaian tugas atau pekerjaan.

5.      Minimalkan DISTRAKSI

Hindari segala hal gangguan yang dapat mengganggu fokus teman-teman, contohnya seperti notifikasi aplikasi di gadget.

6.     Kelola ENERGI mu, bukan waktumu.

·         Tidur selama 7 atau 8 jam

·         Lakukan tugas yang paling penting saat kamu memiliki energi paling banyak

·         Istirahat yang cukup

7.     SELF-REWARD

Berikan penghargaan atau hadiah pada diri sendiri ketika berhasil mengerjakan tugas atau aktivitas yang telah teman-teman rencanakan.

 


Komentar