TRAUMA PSIKOLOGIS
Apakah pernah mengalami suatu kejadian yang tidak mengenakkan di masa lalu dan masih membekas dalam ingatan hingga saat ini? Ketika melihat peristiwa yang berkaitan dengan luka masa lalu itu, kamu akan merasa takut, benci, bahkan depresi. Hal tersebut bisa dikatakan sebagai trauma psikologis. Lalu apakah definisi dari trauma psikologis itu sendiri?
Trauma psikologis adalah kondisi yang
terjadi sebagai akibat dari peristiwa buruk yang menimpa diri seseorang
sehingga menyebabkan orang tersebut merasa tidak aman dan tidak berdaya untuk
menghadapi lingkungan sekitarnya. Saat mengalami trauma, orang tersebut akan
merasa tersiksa dengan emosi, ingatan, dan kecemasan yang mengingatkan pada
peristiwa buruk tersebut hingga dapat mengganggu kehidupan sehari-hari, bahkan
sampai tidak bisa percaya kepada orang lain lagi. Trauma psikologis dapat
terjadi dikarenakan :
- Kejadian yang terjadi hanya satu kali. Hal ini sangat berpotensi menyebabkan trauma, khususnya jika terjadi secara tiba-tiba tanpa diduga dan dialami saat anak-anak. Trauma ini juga bisa disebabkan karena bencana alam, kecelakaan, hingga serangan teroris.
- Kejadian yang terjadi secara terus menerus dapat menimbulkan efek traumatis terhadap orang yang mengalaminya. Ada beberapa hal yang mampu menimbulkan perasaan trauma, seperti tinggal di lingkungan yang toxic, mengalami bullying saat remaja atau kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan seksual hingga ditinggalkan oleh orangtua saat masih kecil.
- Kejadian-kejadian umum yang jarang diperhatikan, yang menurut orang pada umumnya wajar namun pada beberapa orang tertentu bisa menjadi hal yang traumatis. Contohnya seperti kehilangan seorang anggota keluarga atau teman dekat dan berakhirnya hubungan dengan orang lain atau signifikan others.
Trauma psikologis yang dialami dan dirasakan seseorang dalam jangka waktu yang lama akan menimbulkan beberapa respon yang beragam pada masing-masing individu, sehingga gejala yang muncul pun bisa sangat beragam mulai dari gejala fisik hingga psikologis. Trauma psikologis yang terjadi secara berkepanjangan tanpa ditangani lebih lanjut akan menimbulkan efek atau gangguan dalam diri orang tersebut, seperti PTSD, depresi, gangguan kecemasan, permasalahan dalam hidup sehari-hari, hingga kecanduan rokok, alkohol, dan obat-obatan terlarang. Beberapa reaksi atau gejala fisik maupun psikis yang sering muncul akibat trauma adalah :
1. Mengalami gangguan tidur, kelelahan, keringat berlebih, detak jantung meningkat
2. Adanya kemarahan yang menjadi beban dan munculnya perasaan takut, panik, cemas
3. Mengisolasi diri atau menjauhi semua orang
4. Sulit menghindari pikiran mengganggu yang berkaitan dengan kejadian traumatis
5. Terus menerus mengingat kejadian traumatis tersebut tanpa bisa dikendalikan
6. Terus-menerus merasa waspada karena takut akan ada bahaya lain yang menimpanya
Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi trauma psikologis yang dialami adalah :
- Cari dukungan emosi dan sosial dari lingkungan terdekat, seperti keluarga maupun sahabat
- Mendorong diri sendiri untuk tetap melakukan aktivitas, berinteraksi dengan orang lain, tidur yang cukup, konsumsi makanan bergizi, dan rutin berolahraga
- Meskipun ada reaksi awal seseorang mengalami trauma adalah melakukan penolakan terhadap peristiwa tersebut, namun berusaha untuk terus berproses menerima kenyataan dan berhenti menyalahkan diri sendiri, orang lain, maupun keadaan
- Jika merasa tidak bisa mengatasi trauma tersebut secara mandiri dan dengan bantuan orang terdekat, segera hubungi tenaga profesional seperti psikolog atau psikiater untuk melakukan terapi lanjutan karena berproses dengan trauma adalah perjalanan yang sedikit menakutkan, menyakitkan, dan bisa saja menimbulkan traumanya lagi sehingga perlu lebih dari sekadar semangat untuk melaluinya. Bisa jadi Anda memerlukan seorang ahli trauma yang berpengalaman.
Komentar
Posting Komentar