Pentingnya Dukungan Sosial Bagi Kesehatan Mental

 



Adanya kasus seorang ibu yang membunuh anaknya beberapa waktu yang lalu mengingatkan kita akan pentingnya tetap menjaga kesehatan mental seorang ibu, alih-alih mengecam atau memandang negatif perbuatan tersebut. Salah satu yang berperan penting dalam kesehatan mental adalah adanya dukungan sosial dari lingkungan sekitar. Apa sih dukungan sosial itu?

Menurut Saroson (dalam Smet, 1994), dukungan sosial adalah adanya transaksi interpersonal yang ditunjukkan dengan memberikan bantuan pada individu lain, dimana bantuan itu umumnya diperoleh dari orang yang berarti bagi individu yang bersangkutan. Dukungan sosial pada umumnya menggambarkan mengenai peranan atau pengaruh yang dapat ditimbulkan oleh orang lain yang berarti seperti keluarga, teman, saudara, dan rekan kerja. Dukungan sosial melibatkan hubungan sosial yang berarti, sehingga dapat melindungi individu terhadap konsekuensi negatif dari stress dan menimbulkan pengaruh positif bagi si penerimanya.

Banyak hal baik sikap maupun perilaku yang bisa dijadikan sebagai bentuk dukungan sosial. Secara material dan non material setiap orang bisa memberikan support yang berkontribusi positif pada kesehatan mental seseorang. Dukungan sosial yang didapatkan oleh seseorang bisa membantunya untuk melewati masa-masa sulit ataupun lebih mendukungnya untuk mencapai tujuan yang sudah dimiliki. Di sisi lain, kurangnya dukungan sosial yang didapatkan seseorang bisa meningkatkan resiko mengalami gangguan depresi maupun gangguan kesehatan mental lainnya.

Adapun aspek-aspek dukungan sosial menurut House (dalam Smet, 1994) adalah :

  1. Dukungan emosional mencakup ungkapan empati atau perhatian, kepedulian dan perhatian terhadap orang yang bersangkutan.
  2. Dukungan penghargaan merupakan ungkapan hormat (penghargaan) positif bagi orang itu.
  3. Dukungan instrumental merupakan bantuan langsung seperti benda, uang, dan tenaga. Dukungan ini mempengaruhi (meningkatkan) hormon oksitosin.
  4. Dukungan informasi adalah pemberian dukungan seperti penjelasan, nasehat, pengarahan, dan saran sehingga orang yang bersangkutan tersebut dapat memutuskan untuk mencoba atau tidak.

Manfaat yang didapat dari adanya dukungan sosial:

  • Menurunkan tingkat kecemasan. Seseorang yang kurang atau bahkan tidak memiliki dukungan sosial memiliki tingkat kecemasan yang tinggi. Untuk itu perlu adanya dukungan agar orang tersebut dapat membagikan permasalahannya pada orang di sekitar yang dipercaya.

  • Mengubah pandangan atau persepsi terkait kejadian yang dialami. Adanya dukungan sosial membuat orang yang memiliki masalah dapat bertukar pikiran dengan orang lain yang dapat mengubah pandangan terhadap masalah yang dialami.

  • Mempengaruhi respon terkait kejadian yang dialami. Misal sebelumnya memiliki pemikiran untuk melakukan self-harm, namun setelah adanya dukungan yang diberikan maka orang tersebut mengurungkan niatnya.

Mari kita lebih peduli terhadap kesehatan mental dengan membangun dan mempertahankan hubungan sosial yang baik dengan orang lain agar nantinya bisa menjadi sumber daya yang kita miliki dalam hal dukungan sosial.


Komentar