Pernah merasa sakit hati atau kecewa terhadap seseorang? Atau pernah ingin melakukan tindakan balas dendam terhadap seseorang yg sudah menyakitimu? Hidup mu penuh dengan kemarahan, ketakutan, iri, kecemasan, dan emosi negatif lainnya?
Ketika kamu pernah atau sedang merasakan keadaan negatif di atas, ada baiknya kamu mulai untuk melihat ke dalam dirimu dan mulai memperbaiki kondisi kesehatan jiwamu sebelum akar-akar kepahitan atau luka-luka batin akibat pengalaman dan emosi negatif tersebut semakin mempengaruhi seluruh aspek kehidupanmu. Ya, karena secara tidak sadar, hal-hal negatif tersebut semakin hari akan semakin menguasai dirimu dan membuatmu menjadi semakin tidak rasional, mudah terbawa emosi, penuh dendam, dan yang pasti membuat hidupmu menjadi tidak damai sehingga perlaha-lahan akan mempengaruhi kondisi fisik maupun psikis yg lama kelamaan akan merugikan diri sendiri.
Sebagian besar orang pasti berpikir dan merasa bahwa membalas dendam adalah tindakan yang paling baik dan bisa memuaskannya secara emosi karena dari mereka berpikir sedang memberikan hukuman terhadap orang tersebut. Banyak yang berpikir bahwa memaafkan adalah sikap yang dapat merugikan diri sendiri. Hal yang dipahami secara salah oleh kebanyakan orang adalah memaafkan itu artinya memaafkan dan melupakan kesalahan orang lain terhadap kita, serta menempatkan diri kita sebagai satu-satunya korban yang tidak berdaya dan menderita.
“Wah, enak banget ya orang itu saya maafkan, sedangkan saya di sini menderita.”
Pikiran seperti itu yang membuat sebagian besar dari kita untuk tidak mau berproses terhadap pemaafan dan berdamai dengan keadaan maupun diri sendiri.
Sebelum kamu semakin berlarut-larut dengan emosi negatif dan menjadi seorang pendendam, yuk ada baiknya pahami dulu apa sih memaafkan itu?
Menurut Gani (2010) memaafkan (forgiveness) yaitu suatu proses melepaskan rasa nyeri, kemarahan dan dendam yang disebabkan oleh orang yang menyakiti. Hal ini akan membantu individu untuk menghilangkan segala pikiran dan perasaan negatif terhadap pelaku sehingga individu dapat hidup lebih tenang dan bahagia.
Jika kamu menerima permintaan maaf langsung dari seseorang yang menyakitimu, tetap penting untuk mencoba menemukan pemaafan dalam dirimu. Ini tidak berarti bahwa kamu perlu menjaga hubungan atau berteman baik dengan orang yang menyakiti dirimu atau bahkan menerima perilakunya. Itu hanya berarti melepaskan kebencian dan amarah yang kita miliki yang tidak baik bagi siapa pun. Dengan memaafkan berarti bahwa kita memilih untuk melangkah ke masa depan dan meninggalkan apa yg hrs ditinggalkan di masa lalu sebagai pembelajaran untuk diri kita. Hal tersebut akan lebih dapat meningkatkan kebiasaan hidup yang lebih sehat karena level kemarahan, kecemasan, iri, dan depresi pun akan menurun.
Jadi, jangan heran ketika seseorang masih dipengaruhi oleh rasa marah, iri, benci, dan dendam, hidupnya tidak akan merasa damai dan terus merasakan ketakutan/kecemasan. Sebaliknya, dengan terus berproses terhadap pemaafan, seseorang pun perlahan-lahan akan bisa menerima kejadian negatif yg menimpanya, menerima emosi-emosi negatif, yang pada akhirnya ia akan memilih untuk berdamai dengan kejadian tersebut, serta berdamai dengan diri dan emosinya.
Pilihan akhir ada di tanganmu. Apakah ingin merasakan hidup yg semakin tersiksa karena emosi negatif yang semakin menguasai dirimu atau ingin hidup damai dan menjadi lebih produktif dengan melakukan proses pemaafan.
Selamat berproses guys!
Komentar
Posting Komentar